Selasa, 05 Mei 2009

Senin, 04 Mei 2009

Bangun Ruang Kerucut



Bangun Ruang Kerucut :
memiliki :
- 1 titik sudut yang disebut titik puncak
- 2 bidang sisi
- alas yang berbentuk lingkaran
- 1 buah rusuk

Jumat, 01 Mei 2009

Kegiatan Pesantren Alam SDIA 13

Kegiatan Materi Manasik Umroh

Bangun Ruang Limas Segitiga



Bangun Limas Segitiga, memiliki :
- 4 bidang sisi berbentuk segitiga
- 4 titik sudut, salah satu diantaranya disebut titik
puncak
- 6 Rusuk

Rabu, 29 April 2009

Jaring - Jaring Kerucut
Gambar bangun ruang Kerucut
Jaring-jaring Bangun Tabung
Gambar Bangun Ruang Tabung

Selasa, 28 April 2009

Gambar Jaring-jaring Prisma tegak segitiga

Jaring-jaring Prisma tegak Segitiga

Gambar Jaring-jaring Limas segi tiga

Jaring-jaring Limas Segi Tiga

Gambar Jaring-jaring Limas segi empat

Jaring-jaring Limas Segi empat

Gambar Jaring-jaring Balok

Salah satu Jaring-jaring Balok

Gambar Jaring-jaring Kubus

Salah satu Jaring-jaring Kubus

Bangun Ruang Tabung (Silinder)



Bangun Ruang Tabung, memiliki :

- 3 buah sisi yang terdiri dari :
2 buah lingkaran dan 1 buah selimut

- 2 buah rusuk

Bangun Prisma Tegak segitiga




Bangun Ruang Prisma tegak segitiga, memiliki :

- 5 buah bidang sisi
- 9 buah rusuk
- 6 buah titik sudut

Bangun Limas Segi tiga




Bangun Ruang Limas Segitiga, memiliki :

- 4 buah bidang sisi
- 4 buah titik sudut. satu diantaranya disebut titik puncak
- 6 buah rusuk

Bangun Limas Segi empat


Bangun Ruang Limas Segi empat memiliki :
- 5 buah bidang sisi yang terdiri dari :
4 buah sisi berbentuk segitiga
1 buah sisi berbentuk segi empat

- 8 buah rusuk
- 5 titik sudut. salah satu sudut disebut titik puncak

Bangun Balok (Prisma tegak siku-siku)


Bangun Ruang Balok disebut juga Prisma Tegak Siku-siku.

Memiliki :
- 6 Bidang sisi
- 12 Rusuk
- 8 Titik sudut

Bangun Kubus


Memiliki 6 bidang sisi, 12 Rusuk dan 8 titik sudut
Semua Bidang sisinya berbentuk Persegi

Rabu, 12 November 2008

Pengukuran jarak, waktu dan kecepatan

Dalam kehidupan sehari-hari tak lepas dari Pengukuran termasuk :
1. Pengukuran waktu tempuh
2. Pengukuran jarak tempuh
3. Pengukuran kecepatan rata-rata

Rumus-Rumus :

1. Menghitung Waktu yang ditempuh = Jarak : Kecepatan rata-rata
2. Menghitung Kecepatan rata-rata = Jarak : Waktu yang ditempuh
3. Menghitung Jarak yang ditempuh = Kecepatan rata-rata X Waktu yang ditempuh


Agar lebih paham lagi, perhatikan contoh-contoh soal di bawah ini :

1. Jarak dari kota A ke kota B 80 Km. Sebuah kendaraan melaju dengan kecapatan rata-rata
40 Km/jam. Jika kendaraan tersebut berangkat Pukul. 07.00. hitunglah :
a. Berapa lama waktu yang ditempuh ?
b. Pukul Berapakah Kendaraan tersebut tiba di kota B ?

Jawab :
a. Waktu yang ditempuh = 80 Km : 40 Km/jam = 2 jam
b. Tiba di kota B = Pukul 07.00 + 2 jam = Pukul 09.00

2. Jarak dari kota Jakarta ke kota Bogor 60 Km. Ahmad mengendarai mobil dari Jakarta ke
Bogor dalam waktu 2 jam.
a. Berapa Km/jam kecepatan rata-rata Ahmad mengendarai mobil ?
b. Jika berangkat dari Jakarta Pukul 06.00, Pukul berapakah tiba di kota Bogor ?
Jawab :
a. Kecepatan rata-rata = 60 Km : 2 jam = 30 Km/jam
b. Tiba di kota bogor = Pukul 06.00 + 2 jam = Pukul 08.00

3. Rizky mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Ia berangkat dari kota Ja
karta menuju kota Bandung pukul 04.00. Jika Ia tiba di kota Bandung Pukul 07.00
a. Berapa lama waktu yang ditempuh oleh Rizky ?
b. Berapa Km-kah jarak yang telah ditempuh Rizky ?
Jawab :
a. Waktu yang ditempuh = (Pukul 07.00 - Pukul 04.00) X 1 jam = 3 jam
b. Jarak yang ditempuh = 60 km X 3 = 180 Km.